Rabu, 04 Januari 2017

Itchy Thumb Syndrome Chapter 1



Itchy Thumb Syndrome!
By : Josan.
Chapter 1. hai, aku iko.

Senin, 5 agustus.

“Uwaaaaaahhhhhhhh hhmmmmm”.....

Pagi yang dingin di kota Surabaya, tumben banget biasanya bulan ini udah nggak hujan, tapi sudah berhari-hari kota surabaya diguyur hujan dari pagi.. sampek pagi lagi. Bukan waktu yang tepat bagi iko untuk bangun terlalu pagi. Jam weker berbentuk spongebob milik iko yang sudah berdering berkali kali tak juga membangunkan bocah malas tersebut.
Eittss, tunggu dulu, di kamar itu iko tidak sendirian, ada milo, sang adik yang juga termasuk spesimen makhluk malas sama dengan kakaknya. Cuman bedanya sang adik sedang mengenakan headset yang tertancap di telinganya dengan musik yang masih berputar semalaman. Mana bisa denger si jam weker udah kring-kring dari tadi hahaha..

Kakak beradik yang malas zzzzzzzzzz’’ 

Oiya, kenalin namaku iko. Jatmiko Putraning Kartolo. Keren kan namaku, agak ke-jawaan {hueek.. norak}, mereka panggil aku iko. Lebih tepatnya aku yang menyuruh mereka manggil iko, biar keren.. iko sekarang kelas 9 dan sekolah di salah satu SMP Negeri yang gak begitu terkenal di Surabaya. Iko punya adik yang mukanya nggak mirip sama sekali sama iko, mungkin dia pas kecil diambil dari got sama emak bapak hahaha... ngehe dah iko!.
Adik iko namanya milo, panjangnya fahmi Putraning Kartolo. Yap! Bener banget. Kartolo tuh nama bapak iko sama milo. Milo sendiri diambil dari fahmi dan kartolo, kan makin ngehe kan namanya. Milo sekarang duduk di kelas 6 sekolah dasar loh. Milo jago silat! Syaaaattttt syaaaaattt hahaha.. tapi juga jago nangis. Iko sering ngajak berantem si adek, niatnya sih ngetes, eeeh gak berani. Yaiyalah badan iko kan lebih gede. Iko-nya ngehe lagi hahaha.

KRIIIIINNGG!!! KRIIIIINGG!!! Jam weker berbunyi..

“Haduh, nggak, nggaaaaakk.. belom saatnya neeeeh!” racau si iko dengan nada malas sambil mematikan tombol jam weker berbentuk spongebob miliknya. Iko kembali menarik selimut hangat dari badan milo seenak udel-nya hahaha... milo yang mungkin lagi mimpi beradegan silat mengeluarkan jurus ular naga putih nampaknya tak begitu terganggu setelah selimutnya terlepas dari tubuhnya.. benar benar kelewat malas dua sodara inih.

CETUNG!!
PING!!!

Suara notifikasi tanda pesan BBM masuk ke hp iko, nggak sekeras dan senyaring jam weker sih, tapi ajaibnya iko dan milo terbangun. Iya serius! MEREKA TERBANGUN.
Iko meraih hp yang ada di bawah ketiaknya, sedangkan muka malas milo yang masih mendengarkan musik di headset mencoba mencari sumber suara tersebut. “duh, hapemu loh mas, rugi tangi aku ooohh...” kata milo dengan suara yang semakin pelan dan kemudian tertidur kembali.

“Kakek, bangun. Sudah pagi, kek”
“Ping!!!” begitulah isi pesan BBM yang datangnya dari winda. Pesan yang bermakna sekali bagi iko untuk menyambut paginya kala itu.

Winda adalah teman baru iko dari jember. Masih kelas 8 SMP sih, tapi nggak tau kenapa iko merasa asik kalo tiap hari chattingan dengannya. Berasa punya kakak cewek yang lebih dewasa gitu, winda dan iko sebelumnya secara bla bla bla kenalan di bbm. (jangan tanya asal mula mereka kenalan, belibet hahaha). Tapi yang jelas, winda manggil iko dengan sebutan kakek, sebaliknya, iko manggil winda nenek. Norak kan? Hahaha.. winda tuh orangnya biasa aja {ssssttt, cantik menurut iko}, hidungnya pesek, dan sok dewasa. Bisa dilihat dari status di facebooknya isinya dakwah sama quotes quotes yang nggak jelas menurut iko hahaha.. tapi disitulah anehnya, iko jadi penasaran sama winda. Seru juga kalo misalnya deket sama anak yang begituan, tiap hari ada yang nyeramahin wkwkwkwk...

“Iya nek, kakek udah bangun. Ini lagi ngerapihin sajadah”. Bales iko lewat BBM
Eh curut, kan lu baru bangun, ajaib banget ngerapihin sajadah. Boonglu kelewat soroohh.

“nek, kok kayaknya pagi ini hawanya suegerr banget yah, apa gara gara nenek yang ngechat kakek? Hehehe”. Bales iko lagi lewat pesan BBM.
Eh lontong basi, rayuanmu njijiki, alay soroohh..

Pagi yang dingin di kamar iko terasa hangat seketika setelah winda mengirim banyak chat BBM ke iko. Dunia serasa milik iko dan winda saja. Eh, gatau juga sih, milik iko aja kali. Si winda paling cuman lagi kesepian akhir akhir ini jadi sering chattingan sama iko. Mungkin perasaan winda juga biasa biasa aja ke iko, lain halnya sama iko, dia berasa bahagia banget bisa chattingan dengan winda. Sepertinya ada semacam OM_TELOLET_OM di hati iko ke winda,

 ciyee.. iko.

BTW, disaat iko lagi asik berjam-jam chatting dengan winda, milo masih asik berselimut ria dengan posisi tidur yang seksi sambil melanjutkan mimpinya menjadi seorang pesilat.. syyaaaattttt syaaaatttttt hahaha... milooo milo.

Hari senin adalah hari keramat bagi puluhan ribu pelajar di kota ini. Hari dimana siswa SD, SMP, dan SMA dituntut tepat waktu berangkat sekolah dan berpakaian rapi dengan atribut lengkap. Pagi itu iko dan milo berangkat ke sekolah masing-masing dengan diantarkan oleh sang bapak mengendari motor bututnya. Sekolah iko dan milo bersebelahan sehingga sekali jalan pun si bapak bisa langsung mengantar kedua jagoan malasnya hahaha...

“Pak, budhal sek. Assalamualaikum”. Pamit iko ke bapak sambil menjabat tangan pria gagah berkumis tipis yang mirip stevan william ntar pas tua, kemudian  bapak melajukan motor bututnya ke arah sekolah milo untuk mengantarkan anak keduanya.

Belum lima langkah berjalan,,,,

“CETTTUNGG!!”. Suara pesan bbm masuk.
“kakek udah di kelas? Belajar yang rajin yah..” isi pesan bbm dari winda.
“siapp nek, nenek juga jangan mikirin kakek, awas nanti pelajarnnya nggak masuk ke kepala hehehe...” bales iko yang bisa kita lihat sendiri level norak rayuannya coy, high class sorrooh.

Butuh puluhan “CETUNGG!!!” dari hape iko pertanda pesan bbm masuk dan keluar dari chatting antara kakek nenek norak tersebut, sampai akhirnya iko nyampe di kelasnya. Begitu asyiknya iko memainkan jempolnya buat chattingan, sampai sampai si alvin yang dari gerbang masuk sekolah hingga pintu kelas sedang nyerocos tak satupun masuk ke telinga iko. Paling iko cuman menyahuti “eehhmm.” Atau “iyooo” di sela sela bacotan alvin.

Alvin nih temen sebangku iko, bocah chinnese bermuka mesum itu setiap hari menjadi sumber pencerahan iko setiap pagi. Iyah betul.. tempat dimana iko mendapatkan jawaban dari pr-pr maha susah yang sengaja tidak iko kerjakan dari rumah. Alvin tergolong bocah pinter namun agak kekanak-kanakan. Bayangin aja, tas sekolahnya bergambar kartun mobil CARS warna merah yang unyu gilak coy. Lengkap dengan botol air minum tupperware seri anak anak yang ada gambar tokoh kartun boboi boy. Tau kan ngehe-nya seperti apa. hahahaha... Alvin anaknya banyak omong tapi asyik kalo dibuat tontonan saat bosen. Dia bisa bicara dengan kecepatan hampir setara kecepatan cahaya saat ngomongin kartun, seru kan dibuat tontonan hahaha.. pernah dulu pas iko lagi pusing nyontek pr MTK disuguhkan perbincangan bodoh si alvin yang membahas matinya sun goku dalam serial Dragon Ball Z, gak penting banget kan. Lagi asyik asyiknya nyerocos, saat itu pipi putihnya alvin digampar oleh iko dengan buku gambar tipis saking keselnya. Pipi alvin... iya, pipi yang semula putih kayak paha bayi berubah warna merah merona seperti bokong mulus bayi yang abis ditoel hahaha.. nyonyor kon.
---------------------------------------------------
Setelah memasuki kelas, iko dan alvin bergegas menuju lapangan bola dimana upacara bendera akan segera dimulai dan murid murid sudah menyusun barisan. Mungkin kebanyakan murid merasa males kalo disuruh upacara, kebanyakan mengeluh panasnya terik matahari, lamanya sambutan kepsek, dan capeknya berdiri mematung menghadap bendera. Apa sih gunanya upacara... tiap minggu begitu begitu melulu... tapi jujur saja, iko berbeda anggapan dengan kebanyakan temannya. Iko menganggap upacara adalah kegiatan sakral untuk mengenang perjuangan pahlawan pada masa kemerdekaan dulu, betapa besarnya perjuangan mereka merebut kemerdekaan tanah air yang membesarkan mereka, betapa besarnya api semangat mereka meraih kembali martabat bangsa dari tangan penjajah. Sedangkan kita yang sekarang, kita cuma diharuskan berdiri beberapa puluh menit untuk mengingat mereka, untuk merenungkan perjuangan mereka dulu, merenungkan perjuangan kita untuk bangsa ini kedepan, tanpa harus bertumpah darah, tanpa harus berkorban nyawa, nyatanya kita masih enggan mengikuti upacara. Iko merasa kecewa dengan sikap kebanyakan murid. Uuuwooooo,,, aaaakuh keceewaaaaahh.. uwooooo uwoooohhh,

 Laaaaahhh... kok bahas kemerdekaan, hahahaha...
---------------------------------------
Upacara yang berlangsung khidmad di mata iko pun telah selesai. Kini rombongan murid berbondong bondong memasuki kelas karena bel masuk telah berbunyi. Bel dengan suara hampir mirip jingle es miami yang tiap hari keliling komplek itu menjadi ciri khas sekolah iko. Entah hanya iko ataukah murid murid lain juga merasakan hal yang sama dikala pertama kali mendengar suara bel masuk sekolah tersebut. Seperti merasakan aura kenorakan dan keputus-asaan sekolah mencari bel bersuara lainnya. Hingga saat ini iko merasa merinding mendengar bunyi bel tersebut. Ahh... sudahlah, mungkin suara menyeramkan tersebut menjadi pengusir para murid dari hiruk pikuk kesibukan mereka di luar sehingga mau masuk ke dalam kelas. 

Jam demi jam berlalu, satu demi satu pelajaran pada hari itu terlewati. Sampailah pada saat jam pulang sekolah. Kota surabaya yang beberapa hari kemarin diguyur hujan, siang itu terlihat panas membara. Iko seperti biasa pulang bersama alvin menaiki angkot menuju ke rumah ito dan alvin yang relatif berdekatan. Bedanya rumah alvin terlihat mewah sedangkan rumah ito biasa biasa saja. 

“nyet, ntar aku ke rumahmu abis magrib yo? Nyet, episode 8 udah release nyet, udah download? Nyet, ternyata katanya kakakku sun goku hidup lagi, katanya ega bentar lagi udah tamat serialnya, ngapusi.. wong padahal di komik loh masih ada lanjutannya, emang sok tau tuh bocah. Sekarang aku bingung, kok bisa bisanya jadwal tayang dragon ball Z diganti jam 3 subuh ya, kebangetan. Bla... blaa... blaa...” bacot alvin dengan nada semangat yang terlihat dari guratan otot di lehernya.

“iyoooo...!” jawab iko simple ajah sambil memainkan jari menekan tombol tombol di layar hapenya dalam rangka membalas chat kesayangannya, gubrakk!!. Obrolan nggak penting alvin ke iko tersebut berlangsung rutin tiap hari di dalam angkot hingga mulut alvin berhenti nyerocos kala tiba di depan gerbang perumahannya. Alvin yang tersenyum sumringah kayak bocah 5 tahun abis dikasih maenan, yang mungkin bego atau apa merasa teman ngobrolnya dari tadi memperhatikan bacotannya padahal enggak, kemudian melangkah menuju perumahan elit tersebut.

“woi nyet, ntar sore bawa cemilan yang banyak, stok jajanku udah abis di rumah. Jangan lupa bawa komik haikyu yah!”. Teriak iko ke alvin sesaat setelah angkot melaju. Alvin mengacungkan jempolnya ke atas dengan senyum manis mirip bruce lee menandakan dia setuju.
----------------------------------------------------------------------
Hari sudah mulai gelap, suara adzan sudah berkumandang. Alvin sudah asik nonton serial kartun haikyu yang telah terdownload di laptop iko. Perut alvin pun telah terisi bahan bakar setelah sebelumnya dijamu makan malam oleh emak dan bapak, iko juga tentunya hahaha... kini saatnya iko sholat maghrib. Yah, kewajiban seorang muslim seperti iko dikala petang. Sedangkan alvin menunggu di depan laptop sambil makan Happy tos yang sudah dibelinya.

“nek, sholat dulu gih.. di jember udah adzan kan?’’
KLIKKK.. pesan bbm terkirim, tinggal menunggu balasan dari winda, iko pun memulai ibadah khusyuknya disamping alvin yang asik menikmati serial kartun favoritnya lewat headset.

Rakaat ketiga... Allaahuakbar, bismillaahirrahmaanirrahiim...

“CETTTUNGG!!!” Suara notifikasi pesan masuk dari bbm.
Awww,, pesan masuk, abis ini buka bbm lagi ah.. duh bahaya tuh kalo alvin lihat. Jadi malu iko aaaahhh...

Rukuk...

Ahh, syukurlaah, si bego nggak denger ada notif masuk yeeeeeayy!

I’tidal...

Lanjut sholat lagi ah yang khusyu’, bentar lagi langsung loncat ke kasur hahaha. Eh, doa dulu,,,,, ahh ntar aja pas isya doanyah.. eh, shalatku gak fokus kan. Duh batal nih batal. Eh, gak boleh mikir gitu, yang penting sholat aja dulu.. iya, optimis!...
Ehh,, ini udah rakaat keberapa yah? Aduh lupaaa.. biarin dah, langsung salam...
------------------------------------------------------
Setelah shalat, iko bergegas melemparkan badannya ke atas kasur empuk sembari membuka pesan masuknya. Hahaha iyah, dari winda sayang, eh.. sayang? Bukan bukan. Dari winda ajah, nggak pake sayang haha..

“nyet, shalatmu model apaan tadi, clingak clinguk gitu. Fokus napaa! Aku yakin gak sah tuh shalat, lagian aku juga nggak bakal ngepoin hapemu, wong kunci buka aja nggak kamu kasih,  peeeeuuhh.” Celetuk si alvin sambil fokus menonton kartun.

Laaah, alvin kok tau yah? Perasaan dia tadi nggak lihat, apa ada mata cadangan di punggungnya? Aduh jadi malu,

“ooh, anu. Tadi iko fokus kok, ya maklum lirik lirik dikit, cuman pikiran sih mantep bin kokoh menghadap Tuhan, vin. Tenang ajaaah”. Jawab iko.

“nyet, aku ibadah seminggu sekali loh, sekhusyuk mungkin aku panjatkan doa. gak wajib sih, tapi serius nggak bohong setiap hari aku nambah porsi berdoa ke Tuhanku hampir sama waktunya kayak orang muslim jalankan, saat doa ya doa, aku coba lupain segala urusan dunia, nyet.” Sahut alvin seolah tak perlu jawaban lagi dari iko. Iko pun terdiam saat itu,
.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ngobrol, maen game, bercanda, ngegosip, sampai ngabisin jajan bawaan alvin sudah dilalui iko dan alvin. berhubung besok banyak pr, alvin pamit pulang. Seperti biasa, iko mengantar alvin ke depan gerbang rumah dan memberi lambaian tangan ala syah rukh khan seperti adegan kepergian kajol di film kuch kuch ho tahai (anu, pas naik kereta.. yang dada dada itu coy). Anjirrrr.. lebay sorrooohh hahaha..
Setelah itu, aktivitas iko berlanjut dengan chatting ria bersama sang nenek, iyah.. si winda dari jember, gadis gebetannya iko. Milo sang adik yang kembali tidur di kamar iko pun tak luput dari kondisi kakaknya yang cuek,

“nek, aku punya tebakan. Jawab yah.. apa bedanya nenek sama kodok?” isi chat iko.
“apaan kek? Gak tau, ih gak jelas iihh..”. jawab winda.

“kalo kodok kecimplung kecimplung di kali, kalo nenek kecimplung kecimplung di hatiku... eaaaaaaahhh hahaha... (emoticon melet)”. Isi chat iko.
{Bbuuuuaaaanggggsyaaaatttt, alay norak katrook kampungan gak jelas gombalan gak mutu, ihhhh jijik nih anak bikin ilfil ajah} pikir si winda mungkin hahaha...

“aaaaa... kakek bisa aja, aaaa... makin lucu deh kalo gitu (emoticon cium tapi yang ada gambar hatinya di samping kanan). Balas winda mungkin dengan berat hati membalas karena agak ilfil.

Obrolan iko dan winda berlanjut hingga larut malam, sudah tak terhitung berapa banyak suara CETTUNGG!! Yang terdengar, hingga akhirnya winda lah yang menutup perbincangan mereka. Entah saking senengnya iko, dia mencium layar hape yang menggambarkan display picture bbm sang kesayangan, winda.

“Mmmmmmuuuuaaacccchh”.
Anjirrrrrr, ualay coy, lebay, kicep, norak nih bocah... hahaha cuihh cuihh..

Kala itu, milo sudah tertidur pulas dengan jigong yang keluar menetes dari bibir imutnya. Tubuh bocah superrrrrr malas itu sudah tidak karuan menghadap kemana, kaki di bantal, tangan di dalem celana pendek tepat di belahan bokong, dan muka melas hahaha...

“woi, aku turu nangdi lek ngene? Asem arek ikiii duh...” teriak iko sambil mencoba menggoyang goyang perut adiknya. “Ahh nasib, iko tidur bawah nih..”. lirih iko dengan muka kusut, tapi dalam batinnya kini ia merasa bahagia karena nanti pagi sang nenek kesayangan pasti bakal membangunkannya. Yuuuuhhuu...
(bersambung ke Chapter dua).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar