Itchy
Thumb Syndrome!
By :
Josan.
Chapter
1. hai, aku iko.
Senin, 5 agustus.
“Uwaaaaaahhhhhhhh hhmmmmm”.....
Pagi yang dingin di kota Surabaya,
tumben banget biasanya bulan ini udah nggak hujan, tapi sudah berhari-hari kota
surabaya diguyur hujan dari pagi.. sampek pagi lagi. Bukan waktu yang tepat
bagi iko untuk bangun terlalu pagi. Jam weker berbentuk spongebob milik iko
yang sudah berdering berkali kali tak juga membangunkan bocah malas tersebut.
Eittss, tunggu dulu, di kamar itu
iko tidak sendirian, ada milo, sang adik yang juga termasuk spesimen makhluk
malas sama dengan kakaknya. Cuman bedanya sang adik sedang mengenakan headset
yang tertancap di telinganya dengan musik yang masih berputar semalaman. Mana bisa
denger si jam weker udah kring-kring dari tadi hahaha..
Kakak
beradik yang malas zzzzzzzzzz’’
Oiya,
kenalin namaku iko. Jatmiko Putraning Kartolo. Keren kan namaku, agak ke-jawaan
{hueek.. norak}, mereka panggil aku iko. Lebih tepatnya aku yang menyuruh
mereka manggil iko, biar keren.. iko sekarang kelas 9 dan sekolah di salah satu
SMP Negeri yang gak begitu terkenal di Surabaya. Iko punya adik yang mukanya
nggak mirip sama sekali sama iko, mungkin dia pas kecil diambil dari got sama
emak bapak hahaha... ngehe dah iko!.
Adik
iko namanya milo, panjangnya fahmi Putraning Kartolo. Yap! Bener banget.
Kartolo tuh nama bapak iko sama milo. Milo sendiri diambil dari fahmi dan
kartolo, kan makin ngehe kan namanya. Milo sekarang duduk di kelas 6 sekolah
dasar loh. Milo jago silat! Syaaaattttt syaaaaattt hahaha.. tapi juga jago
nangis. Iko sering ngajak berantem si adek, niatnya sih ngetes, eeeh gak
berani. Yaiyalah badan iko kan lebih gede. Iko-nya ngehe lagi hahaha.
KRIIIIINNGG!!! KRIIIIINGG!!! Jam
weker berbunyi..
“Haduh, nggak, nggaaaaakk.. belom
saatnya neeeeh!” racau si iko dengan nada malas sambil mematikan tombol jam
weker berbentuk spongebob miliknya. Iko kembali menarik selimut hangat dari
badan milo seenak udel-nya hahaha...
milo yang mungkin lagi mimpi beradegan silat mengeluarkan jurus ular naga putih
nampaknya tak begitu terganggu setelah selimutnya terlepas dari tubuhnya..
benar benar kelewat malas dua sodara inih.
CETUNG!!
PING!!!
Suara notifikasi tanda pesan BBM
masuk ke hp iko, nggak sekeras dan senyaring jam weker sih, tapi ajaibnya iko
dan milo terbangun. Iya serius! MEREKA TERBANGUN.
Iko meraih hp yang ada di bawah
ketiaknya, sedangkan muka malas milo yang masih mendengarkan musik di headset
mencoba mencari sumber suara tersebut. “duh, hapemu loh mas, rugi tangi aku ooohh...” kata milo dengan
suara yang semakin pelan dan kemudian tertidur kembali.
“Kakek, bangun. Sudah pagi, kek”
“Ping!!!” begitulah isi pesan BBM
yang datangnya dari winda. Pesan yang bermakna sekali bagi iko untuk menyambut
paginya kala itu.
Winda
adalah teman baru iko dari jember. Masih kelas 8 SMP sih, tapi nggak tau kenapa
iko merasa asik kalo tiap hari chattingan dengannya. Berasa punya kakak cewek
yang lebih dewasa gitu, winda dan iko sebelumnya secara bla bla bla kenalan di
bbm. (jangan tanya asal mula mereka kenalan, belibet hahaha). Tapi yang jelas,
winda manggil iko dengan sebutan kakek, sebaliknya, iko manggil winda nenek.
Norak kan? Hahaha.. winda tuh orangnya biasa aja {ssssttt, cantik menurut iko},
hidungnya pesek, dan sok dewasa. Bisa dilihat dari status di facebooknya isinya
dakwah sama quotes quotes yang nggak jelas menurut iko hahaha.. tapi disitulah
anehnya, iko jadi penasaran sama winda. Seru juga kalo misalnya deket sama anak
yang begituan, tiap hari ada yang nyeramahin wkwkwkwk...
“Iya nek, kakek udah bangun. Ini
lagi ngerapihin sajadah”. Bales iko lewat BBM
Eh
curut, kan lu baru bangun, ajaib banget ngerapihin sajadah. Boonglu kelewat
soroohh.
“nek, kok kayaknya pagi ini
hawanya suegerr banget yah, apa gara gara nenek yang ngechat kakek? Hehehe”.
Bales iko lagi lewat pesan BBM.
Eh
lontong basi, rayuanmu njijiki, alay soroohh..
Pagi
yang dingin di kamar iko terasa hangat seketika setelah winda mengirim banyak
chat BBM ke iko. Dunia serasa milik iko dan winda saja. Eh, gatau juga sih,
milik iko aja kali. Si winda paling cuman lagi kesepian akhir akhir ini jadi
sering chattingan sama iko. Mungkin perasaan winda juga biasa biasa aja ke iko,
lain halnya sama iko, dia berasa bahagia banget bisa chattingan dengan winda.
Sepertinya ada semacam OM_TELOLET_OM di hati iko ke winda,
ciyee.. iko.
BTW,
disaat iko lagi asik berjam-jam chatting dengan winda, milo masih asik berselimut
ria dengan posisi tidur yang seksi sambil melanjutkan mimpinya menjadi seorang
pesilat.. syyaaaattttt syaaaatttttt hahaha... milooo milo.
Hari senin adalah hari keramat
bagi puluhan ribu pelajar di kota ini. Hari dimana siswa SD, SMP, dan SMA
dituntut tepat waktu berangkat sekolah dan berpakaian rapi dengan atribut
lengkap. Pagi itu iko dan milo berangkat ke sekolah masing-masing dengan diantarkan
oleh sang bapak mengendari motor bututnya. Sekolah iko dan milo bersebelahan
sehingga sekali jalan pun si bapak bisa langsung mengantar kedua jagoan
malasnya hahaha...
“Pak, budhal sek.
Assalamualaikum”. Pamit iko ke bapak sambil menjabat tangan pria gagah berkumis
tipis yang mirip stevan william ntar pas tua, kemudian bapak melajukan motor bututnya ke arah sekolah
milo untuk mengantarkan anak keduanya.
Belum lima langkah berjalan,,,,
“CETTTUNGG!!”. Suara pesan bbm
masuk.
“kakek udah di kelas? Belajar yang
rajin yah..” isi pesan bbm dari winda.
“siapp nek, nenek juga jangan
mikirin kakek, awas nanti pelajarnnya nggak masuk ke kepala hehehe...” bales
iko yang bisa kita lihat sendiri level norak rayuannya coy, high class sorrooh.
Butuh puluhan “CETUNGG!!!” dari
hape iko pertanda pesan bbm masuk dan keluar dari chatting antara kakek nenek
norak tersebut, sampai akhirnya iko nyampe di kelasnya. Begitu asyiknya iko
memainkan jempolnya buat chattingan, sampai sampai si alvin yang dari gerbang
masuk sekolah hingga pintu kelas sedang nyerocos tak satupun masuk ke telinga
iko. Paling iko cuman menyahuti “eehhmm.” Atau “iyooo” di sela sela bacotan
alvin.
Alvin
nih temen sebangku iko, bocah chinnese bermuka mesum itu setiap hari menjadi
sumber pencerahan iko setiap pagi. Iyah betul.. tempat dimana iko mendapatkan
jawaban dari pr-pr maha susah yang sengaja tidak iko kerjakan dari rumah. Alvin
tergolong bocah pinter namun agak kekanak-kanakan. Bayangin aja, tas sekolahnya
bergambar kartun mobil CARS warna merah yang unyu gilak coy. Lengkap dengan
botol air minum tupperware seri anak anak yang ada gambar tokoh kartun boboi
boy. Tau kan ngehe-nya seperti apa. hahahaha... Alvin anaknya banyak omong tapi
asyik kalo dibuat tontonan saat bosen. Dia bisa bicara dengan kecepatan hampir
setara kecepatan cahaya saat ngomongin kartun, seru kan dibuat tontonan
hahaha.. pernah dulu pas iko lagi pusing nyontek pr MTK disuguhkan perbincangan
bodoh si alvin yang membahas matinya sun goku dalam serial Dragon Ball Z, gak
penting banget kan. Lagi asyik asyiknya nyerocos, saat itu pipi putihnya alvin
digampar oleh iko dengan buku gambar tipis saking keselnya. Pipi alvin... iya, pipi
yang semula putih kayak paha bayi berubah warna merah merona seperti bokong
mulus bayi yang abis ditoel hahaha.. nyonyor kon.
---------------------------------------------------
Setelah memasuki kelas, iko dan
alvin bergegas menuju lapangan bola dimana upacara bendera akan segera dimulai
dan murid murid sudah menyusun barisan. Mungkin kebanyakan murid merasa males kalo
disuruh upacara, kebanyakan mengeluh panasnya terik matahari, lamanya sambutan
kepsek, dan capeknya berdiri mematung menghadap bendera. Apa sih gunanya
upacara... tiap minggu begitu begitu melulu... tapi jujur saja, iko berbeda
anggapan dengan kebanyakan temannya. Iko menganggap upacara adalah kegiatan
sakral untuk mengenang perjuangan pahlawan pada masa kemerdekaan dulu, betapa
besarnya perjuangan mereka merebut kemerdekaan tanah air yang membesarkan
mereka, betapa besarnya api semangat mereka meraih kembali martabat bangsa dari
tangan penjajah. Sedangkan kita yang sekarang, kita cuma diharuskan berdiri
beberapa puluh menit untuk mengingat mereka, untuk merenungkan perjuangan
mereka dulu, merenungkan perjuangan kita untuk bangsa ini kedepan, tanpa harus
bertumpah darah, tanpa harus berkorban nyawa, nyatanya kita masih enggan
mengikuti upacara. Iko merasa kecewa dengan sikap kebanyakan murid.
Uuuwooooo,,, aaaakuh keceewaaaaahh.. uwooooo uwoooohhh,
Laaaaahhh... kok bahas kemerdekaan,
hahahaha...
---------------------------------------
Upacara yang berlangsung khidmad
di mata iko pun telah selesai. Kini rombongan murid berbondong bondong memasuki
kelas karena bel masuk telah berbunyi. Bel dengan suara hampir mirip jingle es
miami yang tiap hari keliling komplek itu menjadi ciri khas sekolah iko. Entah
hanya iko ataukah murid murid lain juga merasakan hal yang sama dikala pertama
kali mendengar suara bel masuk sekolah tersebut. Seperti merasakan aura
kenorakan dan keputus-asaan sekolah mencari bel bersuara lainnya. Hingga saat
ini iko merasa merinding mendengar bunyi bel tersebut. Ahh... sudahlah, mungkin
suara menyeramkan tersebut menjadi pengusir para murid dari hiruk pikuk
kesibukan mereka di luar sehingga mau masuk ke dalam kelas.
Jam demi jam berlalu, satu demi
satu pelajaran pada hari itu terlewati. Sampailah pada saat jam pulang sekolah.
Kota surabaya yang beberapa hari kemarin diguyur hujan, siang itu terlihat
panas membara. Iko seperti biasa pulang bersama alvin menaiki angkot menuju ke
rumah ito dan alvin yang relatif berdekatan. Bedanya rumah alvin terlihat mewah
sedangkan rumah ito biasa biasa saja.
“nyet, ntar aku ke rumahmu abis
magrib yo? Nyet, episode 8 udah release nyet, udah download? Nyet, ternyata
katanya kakakku sun goku hidup lagi, katanya ega bentar lagi udah tamat
serialnya, ngapusi.. wong padahal di komik loh masih ada lanjutannya, emang sok
tau tuh bocah. Sekarang aku bingung, kok bisa bisanya jadwal tayang dragon ball
Z diganti jam 3 subuh ya, kebangetan. Bla... blaa... blaa...” bacot alvin
dengan nada semangat yang terlihat dari guratan otot di lehernya.
“iyoooo...!” jawab iko simple
ajah sambil memainkan jari menekan tombol tombol di layar hapenya dalam rangka
membalas chat kesayangannya, gubrakk!!. Obrolan nggak penting alvin ke iko
tersebut berlangsung rutin tiap hari di dalam angkot hingga mulut alvin
berhenti nyerocos kala tiba di depan gerbang perumahannya. Alvin yang tersenyum
sumringah kayak bocah 5 tahun abis dikasih maenan, yang mungkin bego atau apa
merasa teman ngobrolnya dari tadi memperhatikan bacotannya padahal enggak,
kemudian melangkah menuju perumahan elit tersebut.
“woi nyet, ntar sore bawa cemilan
yang banyak, stok jajanku udah abis di rumah. Jangan lupa bawa komik haikyu
yah!”. Teriak iko ke alvin sesaat setelah angkot melaju. Alvin mengacungkan
jempolnya ke atas dengan senyum manis mirip bruce lee menandakan dia setuju.
----------------------------------------------------------------------
Hari sudah mulai gelap, suara
adzan sudah berkumandang. Alvin sudah asik nonton serial kartun haikyu yang
telah terdownload di laptop iko. Perut alvin pun telah terisi bahan bakar
setelah sebelumnya dijamu makan malam oleh emak dan bapak, iko juga tentunya
hahaha... kini saatnya iko sholat maghrib. Yah, kewajiban seorang muslim seperti
iko dikala petang. Sedangkan alvin menunggu di depan laptop sambil makan Happy
tos yang sudah dibelinya.
“nek, sholat dulu gih.. di jember
udah adzan kan?’’
KLIKKK.. pesan bbm terkirim,
tinggal menunggu balasan dari winda, iko pun memulai ibadah khusyuknya
disamping alvin yang asik menikmati serial kartun favoritnya lewat headset.
Rakaat ketiga... Allaahuakbar,
bismillaahirrahmaanirrahiim...
“CETTTUNGG!!!” Suara notifikasi
pesan masuk dari bbm.
Awww,, pesan masuk, abis ini buka
bbm lagi ah.. duh bahaya tuh kalo alvin lihat. Jadi malu iko aaaahhh...
Rukuk...
Ahh, syukurlaah, si bego nggak
denger ada notif masuk yeeeeeayy!
I’tidal...
Lanjut sholat lagi ah yang
khusyu’, bentar lagi langsung loncat ke kasur hahaha. Eh, doa dulu,,,,, ahh
ntar aja pas isya doanyah.. eh, shalatku gak fokus kan. Duh batal nih batal. Eh,
gak boleh mikir gitu, yang penting sholat aja dulu.. iya, optimis!...
Ehh,, ini udah rakaat keberapa
yah? Aduh lupaaa.. biarin dah, langsung salam...
------------------------------------------------------
Setelah shalat, iko bergegas
melemparkan badannya ke atas kasur empuk sembari membuka pesan masuknya. Hahaha
iyah, dari winda sayang, eh.. sayang? Bukan bukan. Dari winda ajah, nggak pake
sayang haha..
“nyet, shalatmu model apaan tadi,
clingak clinguk gitu. Fokus napaa! Aku yakin gak sah tuh shalat, lagian aku
juga nggak bakal ngepoin hapemu, wong kunci buka aja nggak kamu kasih, peeeeuuhh.” Celetuk si alvin sambil fokus
menonton kartun.
Laaah, alvin kok tau yah?
Perasaan dia tadi nggak lihat, apa ada mata cadangan di punggungnya? Aduh jadi
malu,
“ooh, anu. Tadi iko fokus kok, ya
maklum lirik lirik dikit, cuman pikiran sih mantep bin kokoh menghadap Tuhan,
vin. Tenang ajaaah”. Jawab iko.
“nyet, aku ibadah seminggu sekali
loh, sekhusyuk mungkin aku panjatkan doa. gak wajib sih, tapi serius nggak
bohong setiap hari aku nambah porsi berdoa ke Tuhanku hampir sama waktunya
kayak orang muslim jalankan, saat doa ya doa, aku coba lupain segala urusan
dunia, nyet.” Sahut alvin seolah tak perlu jawaban lagi dari iko. Iko pun
terdiam saat itu,
.
Jam sudah menunjukkan pukul 8
malam, ngobrol, maen game, bercanda, ngegosip, sampai ngabisin jajan bawaan
alvin sudah dilalui iko dan alvin. berhubung besok banyak pr, alvin pamit
pulang. Seperti biasa, iko mengantar alvin ke depan gerbang rumah dan memberi lambaian
tangan ala syah rukh khan seperti adegan kepergian kajol di film kuch kuch ho
tahai (anu, pas naik kereta.. yang dada dada itu coy). Anjirrrr.. lebay
sorrooohh hahaha..
Setelah itu, aktivitas iko
berlanjut dengan chatting ria bersama sang nenek, iyah.. si winda dari jember,
gadis gebetannya iko. Milo sang adik yang kembali tidur di kamar iko pun tak
luput dari kondisi kakaknya yang cuek,
“nek, aku punya tebakan. Jawab
yah.. apa bedanya nenek sama kodok?” isi chat iko.
“apaan kek? Gak tau, ih gak jelas
iihh..”. jawab winda.
“kalo kodok kecimplung kecimplung
di kali, kalo nenek kecimplung kecimplung di hatiku... eaaaaaaahhh hahaha...
(emoticon melet)”. Isi chat iko.
{Bbuuuuaaaanggggsyaaaatttt, alay
norak katrook kampungan gak jelas gombalan gak mutu, ihhhh jijik nih anak bikin
ilfil ajah} pikir si winda mungkin hahaha...
“aaaaa... kakek bisa aja, aaaa...
makin lucu deh kalo gitu (emoticon cium tapi yang ada gambar hatinya di samping
kanan). Balas winda mungkin dengan berat hati membalas karena agak ilfil.
Obrolan iko dan winda berlanjut
hingga larut malam, sudah tak terhitung berapa banyak suara CETTUNGG!! Yang
terdengar, hingga akhirnya winda lah yang menutup perbincangan mereka. Entah
saking senengnya iko, dia mencium layar hape yang menggambarkan display picture
bbm sang kesayangan, winda.
“Mmmmmmuuuuaaacccchh”.
Anjirrrrrr, ualay coy, lebay,
kicep, norak nih bocah... hahaha cuihh cuihh..
Kala itu, milo sudah tertidur
pulas dengan jigong yang keluar menetes dari bibir imutnya. Tubuh bocah superrrrrr
malas itu sudah tidak karuan menghadap kemana, kaki di bantal, tangan di dalem celana
pendek tepat di belahan bokong, dan muka melas hahaha...
“woi, aku turu nangdi lek ngene?
Asem arek ikiii duh...” teriak iko sambil mencoba menggoyang goyang perut
adiknya. “Ahh nasib, iko tidur bawah nih..”. lirih iko dengan muka kusut, tapi
dalam batinnya kini ia merasa bahagia karena nanti pagi sang nenek kesayangan pasti
bakal membangunkannya. Yuuuuhhuu...
(bersambung ke Chapter dua).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar