Rabu, 04 Januari 2017

Itchy Thumb Syndrome Chapter 2



Itchy Thumb Syndrome
Chapter 2. Bumi dan Langit (part 1)

Jumat, 9 Agustus.

Hei, kok pada diem sih... tumben banget emak, bapak sama milo diem-dieman di meja makan, heyy.. ah biarin dah yang penting iko makan!! Tempe penyet buatan emak, mantap nih sebelum berangkat sekolah. (tempe penyet di restoran western disebut soybean cake under presure, wkwkwkwk ngehe dah).

“buk, lihat nih mirip bapak hahaha..”. ucap bapak tiba-tiba setelah mereka diam di meja makan.

“nggak toh pak, milo mirip emak ini, hidungnya loh sama..”. jawab emak sambil tersenyum. (hidung pesek aja bangga..)

Ah, bahagianya iko punya mereka, emak dan bapak yang selalu bercanda, meskipun bisa dibilang keluarga iko saat ini tengah tersandung krisis ekonomi tetapi raut kebahagiaan itu tak pernah menjauh dari keluarga iko. Iko juga bangga dengan milo, adik kesayangan iko yang cakep ini hampir setiap ada lomba silat selalu pulang membawa gelar juara. Yaa meskipun nilai pelajarannya ancur wkwkwk..

Iko coba lihat muka milo yang sedari tadi terdiam di meja makan. Milo tak kunjung mencicipi tempe penyet (soybean cake under presure) buatan emak, dia hanya terdiam.

“hey, makan hei..” teriak iko. Tetap saja milo hanya terdiam, posisi milo duduk berada di depan iko, sedangkan emak dan bapak masing masing berada di kanan dan kiri iko. Meja kecil ini adalah tempat keluarga iko bersama menyantap hidangan setiap pagi sebelum masing masing menjalani rutinitas.

“hey, milo. Kamu kenapa?”. Teriak iko. Tiba tiba, milo sudah tidak ada di kursi meja makan, milo tengah berdiri di depan pintu ruang tamu sedangkan emak dan bapak seolah terlihat tak kaget dengan hal itu, mereka kemudian melambaikan tangan ke anak keduanya, milo.

Ada yang aneh, emak dan bapak tertawa terbahak bahak tetapi dengan air mata menetes di kedua mata mereka kemudian sesekali melihat iko sambil melepaskan tawa mereka. Saat ini yang iko rasakan hanya keanehan dan rasa takut. Saat itu tiba-tiba air mata iko menetes jatuh.

CETTUNG!!!

“wey, mas.. @#%$^#@&(^&%#%^ bbm tuh, masih pagi juga”. Racau si milo yang terdengar nggak jelas karena mulutnya terhimpit dua bantal.

Iko terbangun dari mimpi aneh tadi, mimpi macam apaa itu. Iko usap pipi iko dan menyadari bahwa sedari tadi iko telah menangis. Kali ini iko terdiam sejenak, iko pandangi muka malas milo yang kala itu masih tertidur dengan jigong yang mengalir dari mulutnya. Sekilas memang tidak ada kemiripan diantara iko dan milo. Warna kulit milo lebih putih dari iko, rambut, bentuk muka, dan tubuh milo juga berbeda dari iko, berbeda juga dengan warna kulit emak dan bapak. Tapi bocah kecil yang hampir tiap hari tidur di kamar iko ini adalah adik iko, yap.. adik iko yang nakalnya tiada duanya hahaha... “ojo ninggalin mas iko ya, le”. Bisik iko ke milo sambil mengacak acak rambut milo. Si milo makin tidur pulas dan berusaha menyedot iler di ujung bibirnya tanda bahwa dia tidak ikhlas jigongnya menetes hahaha.

“kek, udah bangun? Buruan siap-siap gih, udah siang”. Isi chat dari winda sang kesayangan hahahaha... muach.

“iya nek, abis lari-lari nih. Mau mandi jugak. Nenek udah sarapan?”. Balas iko. (bangsyat boong lagi iko, gpp dah hahaha padahal di luar lagi gerimis).

Seolah tak pernah capek jempol iko membalas chat sang nenek, dari sebelum mandi, sesudah mandi, pas lagi sarapan, hingga mau berangkat sekolah. Yang diperbincangkan pun bermacam macam, dari curhatan mimpi iko semalam, gombalan nggak jelas iko yang super njijiki, hingga rutinitas hari ini.
--------------------------------------------------------
“nek, kakek masuk kelas dulu yah.. ntar pas istirahat kakek chat lagi, babay (emoticon melet)”. Bales iko.

Yah, hari ini adalah hari terakhir masuk sekolah. Besok sabtu dan minggu adalah hari libur bagi seluruh penjuru sekolah di surabaya. Kota surabaya adalah salah satu kota rintisan sekolah fullday di indonesia selain jakarta. Program fullday adalah program yang mengharuskan sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar 8 jam setiap hari dari senin hingga kamis, sedangkan jumat-nya sampek jam 11 aja . kegiatan ekstrakurikuler ditempatkan pada hari sabtu. Program fullday sendiri katanya sih pertama kali dilaksanakan oleh bu Risma walikota Surabaya yang lambat laun mulai ditiru oleh wilayah lain seperti jakarta (kata siapa). Aw keren bu rismaaa.... makasih bu!.

Oh iya, kali ini iko sudah membawa perlengkapan buat menginap di rumah alvin. Biasanya si alvin lah yang menginap di rumah iko, tetapi kali ini iko pengen tidur di sana ajah. Iko sudah bawa sarung, kaos, laptop, dan charger. Tadi iko juga udah pamit ke bapak sama emak, ke milo juga.. milo jangan nakal ya, awas kamar iko jangan sampe berantakan hahaha...
-----------------------------------------------------------
“nyet, bawa apaan aja sih, tasmu sampe penuh gitu”. Kata alvin sambil ngupil haha..

“perlengkapan buat nginep rumahmu lah nyet, jadi kan?”. Jawab iko.

“oh iya, ntar mamaku berangkat ke luar kota jadi kamu ikut dulu aja nganter ke juanda, nyet”. Kata alvin yang masih sibuk ngupil ria wkwkwk..

Bel tanda masuk berbunyi. Udah iko bahas kemarin kalo bel sekolah kita mirip jingle es krim miami. Tiap denger bel tersebut, telinga iko berasa panas, mirip setan yang dibaca-bacain ayat kursi kali yah hahaahaha.. ngehe iko-nya. Lagian iko udah 4 kali ngirim surat saran di kotak aspirasi siswa supaya belnya suruh diganti, tapi nyatanya dari dulu nggak diganti ganti. Tutup telinga ah tutup telinga...
--------------------------------------
Setelah 2 jam berpusing pusing ria dengan matematika, akhirnya jam istirahat tiba. Hari jumat adalah hari yang spesial karena pada hari itulah istirahat hanya 1 kali karena jam 11 sudah masuk jam sholat jumat, otomatis sekolah iko pulang pagi. Horeee..

“nyet, hape baru? Gilak mahal nih!!”. Kata iko yang mengamati iphone 7 milik alvin yang kayaknya baru berani dikeluarin di jam istirahat ini. Mungkin malu kalo dibilang pamer sama temen sekelas yang lain.

“oh iya nyet. Hahaha..”. jawab alvin dengan muka biasa aja.
Si alvin nih emang paling update kalo pabrikan apel kegigit tersebut ngeluarin seri terbarunya. Baru beberapa bulan yang lalu dia beli iphone 6s sekarang udah beli “adiknya” lengkap dengan case bergambar tameng captain america yang ada gambar bintangnya ituh.. busyet!. Kalah deh iko, hape iko cuman samsung galaxy j1 yang belum 4g, itu pun beli bekas beberapa bulan yang lalu, sekarang udah banyak tempelan isolasi di case belakang akibat terlalu banyak jatoh. Iko sih kebanyakan atraksi hahaha..

“nyet, hapemu bagus trus, tapi nggak pernah iko lihat ada yang ngechat. Kasian amat hahaha..”. kata iko sambil nyengir menggoda.

“anjirr, tenang aja, nanti kalo udah waktunya pasti rame nih hape, bukannya nggak ada yang ngajak pacaran, nyet, cuman akunya aja yang lagi nggak niat”. Kata alvin dengan muka sok keren.

Jam istirahat pagi itu kita habiskan dengan makan bakso mang jukin di bawah pohon mahoni rindang dekat kantin sekolah sambil menikmati pemandangan anak kelas 7 yang sedang olahraga, cantik cantik sumpah.. imut. Ngehe dah iko hahaha..

“nyet lihat nyet, arah jam 2. Si cantik mau roll depan busyeet..” kata alvin sembari menatap anak kelas 7 yang cantik imut mirip yuki kato.

“woooo seleramu nyet, yang mana? Yang lagi mainin tali sepatu ye? Yang duduk itu?”. Jawab iko bercanda sambil menunjuk ke arak cewek gendut disamping si imut.

“anjir, bukan yang itu nyet. Ahhh...”. kata alvin sambil nepuk jidat iko.

Pagi itu, iko dan alvin dikenyangkan dengan bakso terenak di sekolah buatan mang jukin, obrolan tentang kartun dari alvin dengan ciri khas kekanak kanakannya, disuguhi pemandangan indah dari murid kelas 7 yang sedang olahraga di lapangan basket, dan kenyang dengan guyonan super ngakak ala iko dan alvin, serta tentunya chatting mesra dari winda si nenek kesayangan iko.

Bel tanda masuk yang nadanya super nggak jelas pun berbunyi kembali. Iko dan alvin bergegas masuk untuk menerima pelajaran.
--------------------------------------------------
Iko sadar bahwa kelas 9 adalah waktu untuk fokus belajar menyambut ujian nasional yang akan datang sebentar lagi. Masa-masa dimana seluruh teman sekelas bahkan 1 angkatan di kelas 9 adalah saudara, susah senang akan dijalani bersama sebelum memulai “perang” melawan ujian nasional. 2 tahun yang telah berlalu dan 1 tahun kedepan akan menentukan jalan kita selanjutnya, persahabatan iko dengan alvin si bocah kekanak kanakan itu mungkin hanya tersisa beberapa bulan lagi, bisa saja sih kita akan bertemu di SMA yang sama nanti, tapi mustahil bagi alvin. Seperti kebanyakan anak chinnese di komplek iko, mereka disekolahkan di SMA swasta yang kebanyakan muridnya dari golongan atas saja. Semoga saja tidak dengan alvin.

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 yang berarti bahwa sebentar lagi bel pulang akan berbunyi. Setelah dari tadi iko dan kawan-kawan fokus menerima pelajaran. Dan akhirnya benar juga, bel bersuara mirip jingle es miami yang super ancur itu berbunyi. Pulaaaaangggg!!!

Iko dan seluruh penghuni kelas bergegas merapikan buku dan berdoa serta menjabat tangan guru agama super baik, bu anik. Iko dan alvin menuju halte depan sekolah untuk menunggu angkot berwarna hijau arah ke rumah alvin. Kali ini iko akan nginep di rumah bocah childish bernama alvin hahahaa...
-------------------------------------------------------
“nyet, ntar kalo di rumah jangan ngomong macem-macem tentang aku ke mama ya”. Kata alvin.

“macem-macemnya termasuk isi video bokep di hapemu?’’. Kata iko di dalem angkot.
“anjir nih anak, iya semuanya termasuk itu juga, bego. Jaga omonganmu nyet, belom nyampe rumah udah nyosor aja mulutmu bangsat”. Kata alvin rewel.

“siap”. Jawab iko cengengesan sambil acungin jempol ke hidung alvin.

Setelah 15 menit di dalam angkot panas khas surabaya dengan banyak penumpang didalamnya, kini iko dan alvin sudah sampai di depan gerbang komplek perumahan alvin. Iko sudah tidak asing lagi dengan gerbang tersebut. Banyak orang di komplek rumah iko yang berangan angan bisa punya rumah di komplek milik alvin. Perumahan mewah dengan patung kuda besar lengkap dikelilingi air mancur tersebut merupakan salah satu perumahan mewah di surabaya yang terkenal dengan jajanan enak di pujaseranya, rata rata rumah di dalamnya memiliki kolam pribadi, serta wc-nya duduk, nggak jongkok.. keren.. (keren dari mana coy, itu mah lu aja yang norak! Liat wc duduk aja takjub).

Setelah berjalan kaki sekitar 3 menit, sampailah iko dan alvin di depan rumah super gede. Surabaya yang begitu panas tiba tiba serasa sejuk karena pohon pohon yang berada di samping jalan menuju rumah alvin menaungi pejalan kaki yang berjalan dibawahnya. Iko tau persis rumah itu, rumah mewah itu, iko sering lewat di depannya. Terkadang berhenti di depannya untuk menjemput alvin pemilik rumah tersebut. Hampir 1 tahun iko kenal alvin sejak awal kelas 8 hingga sekarang, baru kali ini iko bisa menginap di rumah si tolol, alvin.
Alvin membukakan gerbang rumah mewah tersebut, dan masuk lalu menekan tombol bel rumahnya sendiri. Uwaaaaahhh keren, berbeda halnya dengan rumah iko, untuk masuk ke rumah saja iko bisa nyelonong masuk ke pintu toko milik emak atau mengetuk pintu rumah di sampingnya hahaha...

“eh, koko udah pulang”. Sapa seorang ibu paruh baya yang sepertinya adalah asisten rumah tangga keluarga alvin.

“mama masih di rumah bi?” tanya alvin.

“di dalem ko, lagi kemas kemas barang”. Jawab wanita tadi.

Alvin dan iko menuju kamar di lantai atas milik si tolol, alvin. Berhubung hari ini adalah hari jumat, iko kemudian memperisapkan sarung dan hendak berniat mencari masjid terdekat di komplek perumahan alvin.

“nyet, jumatan dulu ikonyah”. Kata iko.

“yoi, pake motor alvin aja. Agak jauh. Lurus aja ke kanan dari rumahku sekitar 500 meter samping kiri ada masjid, nyet”. Kata alvin.

Langsung aja iko menaiki motor matic alvin menuju masjid dekat komplek.
Jumatan dulu ikonyahhh.. hayo yang ngerasa cowok jangan lupa kewajiban tiap jumat cuy.
(bersambung ke chapter 3).

Itchy Thumb Syndrome Chapter 1



Itchy Thumb Syndrome!
By : Josan.
Chapter 1. hai, aku iko.

Senin, 5 agustus.

“Uwaaaaaahhhhhhhh hhmmmmm”.....

Pagi yang dingin di kota Surabaya, tumben banget biasanya bulan ini udah nggak hujan, tapi sudah berhari-hari kota surabaya diguyur hujan dari pagi.. sampek pagi lagi. Bukan waktu yang tepat bagi iko untuk bangun terlalu pagi. Jam weker berbentuk spongebob milik iko yang sudah berdering berkali kali tak juga membangunkan bocah malas tersebut.
Eittss, tunggu dulu, di kamar itu iko tidak sendirian, ada milo, sang adik yang juga termasuk spesimen makhluk malas sama dengan kakaknya. Cuman bedanya sang adik sedang mengenakan headset yang tertancap di telinganya dengan musik yang masih berputar semalaman. Mana bisa denger si jam weker udah kring-kring dari tadi hahaha..

Kakak beradik yang malas zzzzzzzzzz’’ 

Oiya, kenalin namaku iko. Jatmiko Putraning Kartolo. Keren kan namaku, agak ke-jawaan {hueek.. norak}, mereka panggil aku iko. Lebih tepatnya aku yang menyuruh mereka manggil iko, biar keren.. iko sekarang kelas 9 dan sekolah di salah satu SMP Negeri yang gak begitu terkenal di Surabaya. Iko punya adik yang mukanya nggak mirip sama sekali sama iko, mungkin dia pas kecil diambil dari got sama emak bapak hahaha... ngehe dah iko!.
Adik iko namanya milo, panjangnya fahmi Putraning Kartolo. Yap! Bener banget. Kartolo tuh nama bapak iko sama milo. Milo sendiri diambil dari fahmi dan kartolo, kan makin ngehe kan namanya. Milo sekarang duduk di kelas 6 sekolah dasar loh. Milo jago silat! Syaaaattttt syaaaaattt hahaha.. tapi juga jago nangis. Iko sering ngajak berantem si adek, niatnya sih ngetes, eeeh gak berani. Yaiyalah badan iko kan lebih gede. Iko-nya ngehe lagi hahaha.

KRIIIIINNGG!!! KRIIIIINGG!!! Jam weker berbunyi..

“Haduh, nggak, nggaaaaakk.. belom saatnya neeeeh!” racau si iko dengan nada malas sambil mematikan tombol jam weker berbentuk spongebob miliknya. Iko kembali menarik selimut hangat dari badan milo seenak udel-nya hahaha... milo yang mungkin lagi mimpi beradegan silat mengeluarkan jurus ular naga putih nampaknya tak begitu terganggu setelah selimutnya terlepas dari tubuhnya.. benar benar kelewat malas dua sodara inih.

CETUNG!!
PING!!!

Suara notifikasi tanda pesan BBM masuk ke hp iko, nggak sekeras dan senyaring jam weker sih, tapi ajaibnya iko dan milo terbangun. Iya serius! MEREKA TERBANGUN.
Iko meraih hp yang ada di bawah ketiaknya, sedangkan muka malas milo yang masih mendengarkan musik di headset mencoba mencari sumber suara tersebut. “duh, hapemu loh mas, rugi tangi aku ooohh...” kata milo dengan suara yang semakin pelan dan kemudian tertidur kembali.

“Kakek, bangun. Sudah pagi, kek”
“Ping!!!” begitulah isi pesan BBM yang datangnya dari winda. Pesan yang bermakna sekali bagi iko untuk menyambut paginya kala itu.

Winda adalah teman baru iko dari jember. Masih kelas 8 SMP sih, tapi nggak tau kenapa iko merasa asik kalo tiap hari chattingan dengannya. Berasa punya kakak cewek yang lebih dewasa gitu, winda dan iko sebelumnya secara bla bla bla kenalan di bbm. (jangan tanya asal mula mereka kenalan, belibet hahaha). Tapi yang jelas, winda manggil iko dengan sebutan kakek, sebaliknya, iko manggil winda nenek. Norak kan? Hahaha.. winda tuh orangnya biasa aja {ssssttt, cantik menurut iko}, hidungnya pesek, dan sok dewasa. Bisa dilihat dari status di facebooknya isinya dakwah sama quotes quotes yang nggak jelas menurut iko hahaha.. tapi disitulah anehnya, iko jadi penasaran sama winda. Seru juga kalo misalnya deket sama anak yang begituan, tiap hari ada yang nyeramahin wkwkwkwk...

“Iya nek, kakek udah bangun. Ini lagi ngerapihin sajadah”. Bales iko lewat BBM
Eh curut, kan lu baru bangun, ajaib banget ngerapihin sajadah. Boonglu kelewat soroohh.

“nek, kok kayaknya pagi ini hawanya suegerr banget yah, apa gara gara nenek yang ngechat kakek? Hehehe”. Bales iko lagi lewat pesan BBM.
Eh lontong basi, rayuanmu njijiki, alay soroohh..

Pagi yang dingin di kamar iko terasa hangat seketika setelah winda mengirim banyak chat BBM ke iko. Dunia serasa milik iko dan winda saja. Eh, gatau juga sih, milik iko aja kali. Si winda paling cuman lagi kesepian akhir akhir ini jadi sering chattingan sama iko. Mungkin perasaan winda juga biasa biasa aja ke iko, lain halnya sama iko, dia berasa bahagia banget bisa chattingan dengan winda. Sepertinya ada semacam OM_TELOLET_OM di hati iko ke winda,

 ciyee.. iko.

BTW, disaat iko lagi asik berjam-jam chatting dengan winda, milo masih asik berselimut ria dengan posisi tidur yang seksi sambil melanjutkan mimpinya menjadi seorang pesilat.. syyaaaattttt syaaaatttttt hahaha... milooo milo.

Hari senin adalah hari keramat bagi puluhan ribu pelajar di kota ini. Hari dimana siswa SD, SMP, dan SMA dituntut tepat waktu berangkat sekolah dan berpakaian rapi dengan atribut lengkap. Pagi itu iko dan milo berangkat ke sekolah masing-masing dengan diantarkan oleh sang bapak mengendari motor bututnya. Sekolah iko dan milo bersebelahan sehingga sekali jalan pun si bapak bisa langsung mengantar kedua jagoan malasnya hahaha...

“Pak, budhal sek. Assalamualaikum”. Pamit iko ke bapak sambil menjabat tangan pria gagah berkumis tipis yang mirip stevan william ntar pas tua, kemudian  bapak melajukan motor bututnya ke arah sekolah milo untuk mengantarkan anak keduanya.

Belum lima langkah berjalan,,,,

“CETTTUNGG!!”. Suara pesan bbm masuk.
“kakek udah di kelas? Belajar yang rajin yah..” isi pesan bbm dari winda.
“siapp nek, nenek juga jangan mikirin kakek, awas nanti pelajarnnya nggak masuk ke kepala hehehe...” bales iko yang bisa kita lihat sendiri level norak rayuannya coy, high class sorrooh.

Butuh puluhan “CETUNGG!!!” dari hape iko pertanda pesan bbm masuk dan keluar dari chatting antara kakek nenek norak tersebut, sampai akhirnya iko nyampe di kelasnya. Begitu asyiknya iko memainkan jempolnya buat chattingan, sampai sampai si alvin yang dari gerbang masuk sekolah hingga pintu kelas sedang nyerocos tak satupun masuk ke telinga iko. Paling iko cuman menyahuti “eehhmm.” Atau “iyooo” di sela sela bacotan alvin.

Alvin nih temen sebangku iko, bocah chinnese bermuka mesum itu setiap hari menjadi sumber pencerahan iko setiap pagi. Iyah betul.. tempat dimana iko mendapatkan jawaban dari pr-pr maha susah yang sengaja tidak iko kerjakan dari rumah. Alvin tergolong bocah pinter namun agak kekanak-kanakan. Bayangin aja, tas sekolahnya bergambar kartun mobil CARS warna merah yang unyu gilak coy. Lengkap dengan botol air minum tupperware seri anak anak yang ada gambar tokoh kartun boboi boy. Tau kan ngehe-nya seperti apa. hahahaha... Alvin anaknya banyak omong tapi asyik kalo dibuat tontonan saat bosen. Dia bisa bicara dengan kecepatan hampir setara kecepatan cahaya saat ngomongin kartun, seru kan dibuat tontonan hahaha.. pernah dulu pas iko lagi pusing nyontek pr MTK disuguhkan perbincangan bodoh si alvin yang membahas matinya sun goku dalam serial Dragon Ball Z, gak penting banget kan. Lagi asyik asyiknya nyerocos, saat itu pipi putihnya alvin digampar oleh iko dengan buku gambar tipis saking keselnya. Pipi alvin... iya, pipi yang semula putih kayak paha bayi berubah warna merah merona seperti bokong mulus bayi yang abis ditoel hahaha.. nyonyor kon.
---------------------------------------------------
Setelah memasuki kelas, iko dan alvin bergegas menuju lapangan bola dimana upacara bendera akan segera dimulai dan murid murid sudah menyusun barisan. Mungkin kebanyakan murid merasa males kalo disuruh upacara, kebanyakan mengeluh panasnya terik matahari, lamanya sambutan kepsek, dan capeknya berdiri mematung menghadap bendera. Apa sih gunanya upacara... tiap minggu begitu begitu melulu... tapi jujur saja, iko berbeda anggapan dengan kebanyakan temannya. Iko menganggap upacara adalah kegiatan sakral untuk mengenang perjuangan pahlawan pada masa kemerdekaan dulu, betapa besarnya perjuangan mereka merebut kemerdekaan tanah air yang membesarkan mereka, betapa besarnya api semangat mereka meraih kembali martabat bangsa dari tangan penjajah. Sedangkan kita yang sekarang, kita cuma diharuskan berdiri beberapa puluh menit untuk mengingat mereka, untuk merenungkan perjuangan mereka dulu, merenungkan perjuangan kita untuk bangsa ini kedepan, tanpa harus bertumpah darah, tanpa harus berkorban nyawa, nyatanya kita masih enggan mengikuti upacara. Iko merasa kecewa dengan sikap kebanyakan murid. Uuuwooooo,,, aaaakuh keceewaaaaahh.. uwooooo uwoooohhh,

 Laaaaahhh... kok bahas kemerdekaan, hahahaha...
---------------------------------------
Upacara yang berlangsung khidmad di mata iko pun telah selesai. Kini rombongan murid berbondong bondong memasuki kelas karena bel masuk telah berbunyi. Bel dengan suara hampir mirip jingle es miami yang tiap hari keliling komplek itu menjadi ciri khas sekolah iko. Entah hanya iko ataukah murid murid lain juga merasakan hal yang sama dikala pertama kali mendengar suara bel masuk sekolah tersebut. Seperti merasakan aura kenorakan dan keputus-asaan sekolah mencari bel bersuara lainnya. Hingga saat ini iko merasa merinding mendengar bunyi bel tersebut. Ahh... sudahlah, mungkin suara menyeramkan tersebut menjadi pengusir para murid dari hiruk pikuk kesibukan mereka di luar sehingga mau masuk ke dalam kelas. 

Jam demi jam berlalu, satu demi satu pelajaran pada hari itu terlewati. Sampailah pada saat jam pulang sekolah. Kota surabaya yang beberapa hari kemarin diguyur hujan, siang itu terlihat panas membara. Iko seperti biasa pulang bersama alvin menaiki angkot menuju ke rumah ito dan alvin yang relatif berdekatan. Bedanya rumah alvin terlihat mewah sedangkan rumah ito biasa biasa saja. 

“nyet, ntar aku ke rumahmu abis magrib yo? Nyet, episode 8 udah release nyet, udah download? Nyet, ternyata katanya kakakku sun goku hidup lagi, katanya ega bentar lagi udah tamat serialnya, ngapusi.. wong padahal di komik loh masih ada lanjutannya, emang sok tau tuh bocah. Sekarang aku bingung, kok bisa bisanya jadwal tayang dragon ball Z diganti jam 3 subuh ya, kebangetan. Bla... blaa... blaa...” bacot alvin dengan nada semangat yang terlihat dari guratan otot di lehernya.

“iyoooo...!” jawab iko simple ajah sambil memainkan jari menekan tombol tombol di layar hapenya dalam rangka membalas chat kesayangannya, gubrakk!!. Obrolan nggak penting alvin ke iko tersebut berlangsung rutin tiap hari di dalam angkot hingga mulut alvin berhenti nyerocos kala tiba di depan gerbang perumahannya. Alvin yang tersenyum sumringah kayak bocah 5 tahun abis dikasih maenan, yang mungkin bego atau apa merasa teman ngobrolnya dari tadi memperhatikan bacotannya padahal enggak, kemudian melangkah menuju perumahan elit tersebut.

“woi nyet, ntar sore bawa cemilan yang banyak, stok jajanku udah abis di rumah. Jangan lupa bawa komik haikyu yah!”. Teriak iko ke alvin sesaat setelah angkot melaju. Alvin mengacungkan jempolnya ke atas dengan senyum manis mirip bruce lee menandakan dia setuju.
----------------------------------------------------------------------
Hari sudah mulai gelap, suara adzan sudah berkumandang. Alvin sudah asik nonton serial kartun haikyu yang telah terdownload di laptop iko. Perut alvin pun telah terisi bahan bakar setelah sebelumnya dijamu makan malam oleh emak dan bapak, iko juga tentunya hahaha... kini saatnya iko sholat maghrib. Yah, kewajiban seorang muslim seperti iko dikala petang. Sedangkan alvin menunggu di depan laptop sambil makan Happy tos yang sudah dibelinya.

“nek, sholat dulu gih.. di jember udah adzan kan?’’
KLIKKK.. pesan bbm terkirim, tinggal menunggu balasan dari winda, iko pun memulai ibadah khusyuknya disamping alvin yang asik menikmati serial kartun favoritnya lewat headset.

Rakaat ketiga... Allaahuakbar, bismillaahirrahmaanirrahiim...

“CETTTUNGG!!!” Suara notifikasi pesan masuk dari bbm.
Awww,, pesan masuk, abis ini buka bbm lagi ah.. duh bahaya tuh kalo alvin lihat. Jadi malu iko aaaahhh...

Rukuk...

Ahh, syukurlaah, si bego nggak denger ada notif masuk yeeeeeayy!

I’tidal...

Lanjut sholat lagi ah yang khusyu’, bentar lagi langsung loncat ke kasur hahaha. Eh, doa dulu,,,,, ahh ntar aja pas isya doanyah.. eh, shalatku gak fokus kan. Duh batal nih batal. Eh, gak boleh mikir gitu, yang penting sholat aja dulu.. iya, optimis!...
Ehh,, ini udah rakaat keberapa yah? Aduh lupaaa.. biarin dah, langsung salam...
------------------------------------------------------
Setelah shalat, iko bergegas melemparkan badannya ke atas kasur empuk sembari membuka pesan masuknya. Hahaha iyah, dari winda sayang, eh.. sayang? Bukan bukan. Dari winda ajah, nggak pake sayang haha..

“nyet, shalatmu model apaan tadi, clingak clinguk gitu. Fokus napaa! Aku yakin gak sah tuh shalat, lagian aku juga nggak bakal ngepoin hapemu, wong kunci buka aja nggak kamu kasih,  peeeeuuhh.” Celetuk si alvin sambil fokus menonton kartun.

Laaah, alvin kok tau yah? Perasaan dia tadi nggak lihat, apa ada mata cadangan di punggungnya? Aduh jadi malu,

“ooh, anu. Tadi iko fokus kok, ya maklum lirik lirik dikit, cuman pikiran sih mantep bin kokoh menghadap Tuhan, vin. Tenang ajaaah”. Jawab iko.

“nyet, aku ibadah seminggu sekali loh, sekhusyuk mungkin aku panjatkan doa. gak wajib sih, tapi serius nggak bohong setiap hari aku nambah porsi berdoa ke Tuhanku hampir sama waktunya kayak orang muslim jalankan, saat doa ya doa, aku coba lupain segala urusan dunia, nyet.” Sahut alvin seolah tak perlu jawaban lagi dari iko. Iko pun terdiam saat itu,
.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ngobrol, maen game, bercanda, ngegosip, sampai ngabisin jajan bawaan alvin sudah dilalui iko dan alvin. berhubung besok banyak pr, alvin pamit pulang. Seperti biasa, iko mengantar alvin ke depan gerbang rumah dan memberi lambaian tangan ala syah rukh khan seperti adegan kepergian kajol di film kuch kuch ho tahai (anu, pas naik kereta.. yang dada dada itu coy). Anjirrrr.. lebay sorrooohh hahaha..
Setelah itu, aktivitas iko berlanjut dengan chatting ria bersama sang nenek, iyah.. si winda dari jember, gadis gebetannya iko. Milo sang adik yang kembali tidur di kamar iko pun tak luput dari kondisi kakaknya yang cuek,

“nek, aku punya tebakan. Jawab yah.. apa bedanya nenek sama kodok?” isi chat iko.
“apaan kek? Gak tau, ih gak jelas iihh..”. jawab winda.

“kalo kodok kecimplung kecimplung di kali, kalo nenek kecimplung kecimplung di hatiku... eaaaaaaahhh hahaha... (emoticon melet)”. Isi chat iko.
{Bbuuuuaaaanggggsyaaaatttt, alay norak katrook kampungan gak jelas gombalan gak mutu, ihhhh jijik nih anak bikin ilfil ajah} pikir si winda mungkin hahaha...

“aaaaa... kakek bisa aja, aaaa... makin lucu deh kalo gitu (emoticon cium tapi yang ada gambar hatinya di samping kanan). Balas winda mungkin dengan berat hati membalas karena agak ilfil.

Obrolan iko dan winda berlanjut hingga larut malam, sudah tak terhitung berapa banyak suara CETTUNGG!! Yang terdengar, hingga akhirnya winda lah yang menutup perbincangan mereka. Entah saking senengnya iko, dia mencium layar hape yang menggambarkan display picture bbm sang kesayangan, winda.

“Mmmmmmuuuuaaacccchh”.
Anjirrrrrr, ualay coy, lebay, kicep, norak nih bocah... hahaha cuihh cuihh..

Kala itu, milo sudah tertidur pulas dengan jigong yang keluar menetes dari bibir imutnya. Tubuh bocah superrrrrr malas itu sudah tidak karuan menghadap kemana, kaki di bantal, tangan di dalem celana pendek tepat di belahan bokong, dan muka melas hahaha...

“woi, aku turu nangdi lek ngene? Asem arek ikiii duh...” teriak iko sambil mencoba menggoyang goyang perut adiknya. “Ahh nasib, iko tidur bawah nih..”. lirih iko dengan muka kusut, tapi dalam batinnya kini ia merasa bahagia karena nanti pagi sang nenek kesayangan pasti bakal membangunkannya. Yuuuuhhuu...
(bersambung ke Chapter dua).